![]() |
| Gasing Nusantara |
![]() |
| Gasing dari Jepang |
Sebut saja seperti
Begasing, yaitu permainan gasing pada masyarakat Kalimantan Timur, mempunyai
perbedaan pada masyarakat dayak Bahau yang menggunakan biji coklat sebagai alat
peraganya. Sedangkan di masyarakat Sunda Bogor, permainan serupa dikenal dengan
nama gasing panggal. Gasing panggal terbuat dari bambu.
Gasing / Gangsing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu
titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Sebagian besar gasing dibuat
dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk
hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing
tradisional dibuat dari kulit pohon.
Permainan tradisional ini dahulu dimainkan oleh anak-anak
di sekitar ladang ketika menunggu orang tua mereka bertani.
Di tengah gerak modernisasi masyarakat Sunda yang cepat,
permainan tradisional gasing panggal kini
mulai tergantikan dengan berbagai permainan digital. Hal tersebut mendorong
Kampung Budaya Sindang Barang sebagai salah satu komunitas yang peduli dengan
kebudayaan Sunda untuk membangkitkan kembali ketertarikan anak-anak kepada
permainan tradisional. Salah satunya dengan mengadakan berbagai lomba permainan
tradisional di setiap perhelatan adat yang diadakan komunitas tersebut.
Bagi masyarakat Kampung Budaya Sindang Barang, melestarikan
permainan tradisional menjadi penting, selain untuk menjaga seni tradisi
warisan para leluhur, dalam permainan tradisional juga terkandung nilai-nilai
luhur dari kebudayaan Indonesia yang adiluhung, yang tidak ada di dalam
permainan digital. Tentu hal ini menjadi tanggung jawab bersama manusia
Indonesia untuk terus melestarikan dan menjaga agar gasing
panggal terus berputar.
Beragam nama gasing
Sejumlah daerah memiliki istilah berbeda untuk menyebut gasing. Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gangsing atau panggal.
Masyarakat Lampung menamainya pukang,
warga Kalimantan Timur menyebutnya begasing,
sedangkan di Maluku disebut Apiong
dan di Nusa Tenggara Barat dinamai Maggasing.
Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Tanjung pinang dan Kepulauan
Riau yang menyebut gasing. Nama maggasing
atau aggasing juga dikenal
masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.
Sedangkan masyarakat Bolaang Mongondow di
daerah Sulawesi Utara mengenal
gasing dengan nama Paki. Orang Jawa Timur menyebut gasing sebagai kekehan. Sedangkan di Yogyakarta, gasing disebut dengan dua nama berbeda. Jika
terbuat dari bambu disebut gangsingan,
dan jika terbuat dari kayu dinamai pathon.
Sumber:



0 komentar:
Posting Komentar