Rabu, 23 Desember 2015

GASING


Gasing Nusantara
Gasing dari Jepang






Sebut saja seperti Begasing, yaitu permainan gasing pada masyarakat Kalimantan Timur, mempunyai perbedaan pada masyarakat dayak Bahau yang menggunakan biji coklat sebagai alat peraganya. Sedangkan di masyarakat Sunda Bogor, permainan serupa dikenal dengan nama gasing panggal. Gasing panggal terbuat dari bambu.
Gasing / Gangsing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. 
Permainan tradisional ini dahulu dimainkan oleh anak-anak di sekitar ladang ketika menunggu orang tua mereka bertani.

Di tengah gerak modernisasi masyarakat Sunda yang cepat, permainan tradisional gasing panggal kini mulai tergantikan dengan berbagai permainan digital. Hal tersebut mendorong Kampung Budaya Sindang Barang sebagai salah satu komunitas yang peduli dengan kebudayaan Sunda untuk membangkitkan kembali ketertarikan anak-anak kepada permainan tradisional. Salah satunya dengan mengadakan berbagai lomba permainan tradisional di setiap perhelatan adat yang diadakan komunitas tersebut.
Bagi masyarakat Kampung Budaya Sindang Barang, melestarikan permainan tradisional menjadi penting, selain untuk menjaga seni tradisi warisan para leluhur, dalam permainan tradisional juga terkandung nilai-nilai luhur dari kebudayaan Indonesia yang adiluhung, yang tidak ada di dalam permainan digital. Tentu hal ini menjadi tanggung jawab bersama manusia Indonesia untuk terus melestarikan dan menjaga agar gasing panggal terus berputar.

Beragam nama gasing

Sejumlah daerah memiliki istilah berbeda untuk menyebut gasing. Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gangsing atau panggal. Masyarakat Lampung menamainya pukang, warga Kalimantan Timur menyebutnya begasing, sedangkan di Maluku disebut Apiong dan di Nusa Tenggara Barat dinamai Maggasing. Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Tanjung pinang dan Kepulauan Riau yang menyebut gasing. Nama maggasing atau aggasing juga dikenal masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Sedangkan masyarakat Bolaang Mongondow di daerah Sulawesi Utara mengenal gasing dengan nama Paki. Orang Jawa Timur menyebut gasing sebagai kekehan. Sedangkan di Yogyakarta, gasing disebut dengan dua nama berbeda. Jika terbuat dari bambu disebut gangsingan, dan jika terbuat dari kayu dinamai pathon.
Sumber:
 

0 komentar:

Posting Komentar